PERAN PENTING PONDOK PESANTREN DALAM KEMERDEKAAN

By Admin PPSP 17 Agu 2020, 15:32:54 WITA | Dibaca 141 Kali Liputan
PERAN PENTING PONDOK PESANTREN DALAM KEMERDEKAAN

Salah satu peran penting pesantren dalam sejarah perjalanan bangsa ini adalah keterlibatannya dalam perjuangan melawan penjajah. Ketika Jepang memobilisir tentara PETA (Pembela Tanah Air) guna melawan Belanda, para kiai dan santri mendirikan tentara Hizbullah. Bambu Runcing yang terkenal sebagai senjata para pejuang kemerdekaan adalah inisiatif dari Kiai Subeki atau Mbah Subki yang kemudian diabadikan sebagai nama pesantren, yakni Pondok Pesantren Kyai Parak Bambu Runcing, yang berada di Temanggung Jawa Tengah.

Masyarakat pesantren mengadakan aksi terhadap penjajah dengan tiga macam. Pertama, uzlah (mengasingkan diri). Mereka menyingkir ke desa-desa dan tempat terpencil yang jauh dari jangkauan kolonial. Kedua, bersikap nonkooperatif dan melakukan perlawanan secara diam-diam. Selain mengaji atau menelaah kitab kuning, para kyai menumbuhkan semangat jihad santri-santrinya untuk membela Islam dan menentang penjajah. Ketiga, memberontak dan mengadakan perlawanan terhadap kolonial. 

Dalam perspektif sejarah, pesantren sering mengadakan perlawanan secara silih berganti selama berabad-abad, untuk mengusir mereka dari bumi Indonesia
Moment 21 Oktober adalah tanggal paling bersejarah ketika KH Hasyim Asy’ari bersama Kiai Wahab Chasbullah (Sahabat seperjuangan Annangguru  KH. Arsyad Maddappungan menuntut ilmu di Mekah yang juga merupakan guru dari Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Parappe) berhasil mengumpulkan seluruh kiyai untuk melaksanakan rapat darurat. Pada tanggal 23 Oktober Mbah Hasyim atas nama Pengurus Besar organisasi Nahdhotul Ulama mendeklarasikan sebuah seruan Jihad fi Sabilillah yang belakangan dikenal dengan istilah Resolusi Jihad.

Setidaknya Ada tiga poin penting dalam Resolusi Jihad itu. Pertama, setiap muslim - tua, muda, dan miskin sekalipun- wajib memerangi orang kafir yang merintangi kemerdekaan Indonesia. 
Kedua, pejuang yang mati dalam perang kemerdekaan layak disebut syuhada. 
Ketiga, warga Indonesia yang memihak penjajah dianggap sebagai pemecah belah persatuan nasional, maka harus dihukum mati. Bahkan, haram hukumnya setiap muslim mundur ketika kita berhadapan dengan penjajah.

Demikinalh beberapa peran penting pondok pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia yang disampaikan oleh Ust. Qamaruddin dalam Amanahnya sebagai Pembina upacara pada perayaan Upacara HUT Kemerdekaan RI ke 75 dihadapan ribuan santri Pondok Pesantren Salafiyah Parappe. Kegiatan ini dilaksanakan tepat jam 07.30 dimana dalam upacara tersebut juga dihadiri dewan pengurus Harian dan Guru dari Pondok Pesnatren Salafiyah Parappe




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment