PENGURUS BARU PP SALAFIYAH PARAPPE DILANTIK, INI AMANAH ANNANGGURU
Oleh : Tim Redaksi

By Admin PPSP 30 Okt 2018, 14:43:11 WITA | Dibaca 704 Kali Liputan
PENGURUS BARU PP SALAFIYAH PARAPPE DILANTIK, INI AMANAH ANNANGGURU

Campalagian - Ahad, 28 Oktober 2018 bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Parappe (PPSP) melantik secara resmi 23 orang Pengurus PPSP Masa Khidmah 1440-1442 Hijriyah di hadapan seluruh asatidz dan santri yang berlangsung di Masjid Nurul Musthofa PPSP.

Annangguru KH. Abd. Latif Busyra dalam arahannya menyampaikan kepada para pengurus yang dilantik agar amanah menjalankan tugasnya masing-masing sesuai jabatan yang ada dalam struktur kepengurusan.

Photo bersama sesaat setelah pelantikan

“Amanah yang anak-anakku emban ini harus dilaksanakan dengan baik, jangan sampai kita termasuk dalam sebuah hadits Rasulullah Saw yang menggambarkan tentang tiga tanda-tanda orang munafik,” Dawuh beliau sambil membacakan hadits yang dimaksud.

Dalam kesempatan itu pula, beliau menyampaikan sebuah amalan doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw yang selama ini beliau juga amalkan secara Istiqomah setiap selesai sholat lima waktu.

“Amalan doa itu adalah ikhtiar kita memohon kepada Allah Swt  agar terhindar sifat-sifat jelek dalam melaksanakan amanah dan tanggungjawab dalam kehidupan,” Kata Annangguru sambil membacakan doa tersebut :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالجُبْنِ وَالبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegalauan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kepengecutan dan kekikiran, lilitan hutang dan penindasan orang." (HR. Bukhari no. 6369)

Annangguru kemudian menjelaskan tentang tentang delapan perkara sifat buruk yang harus kita hindari dalam hadits ini dengan mencontohkan apa yang telah beliau lakukan selama ini dalam belajar dan membangun pesantren. Beliau juga mengaitkan delapan sifat buruk itu antara satu penyakit dengan penyakit lainnya.

Hadits ini menurut beliau menyadingkan sebuah perkara dengan perkara lain yang saling berkaitan satu sama lain. Ketakuan (al-hamm) dan kesedihan (al-hazan) memang berdekatan. Ketika sesuatu yang tidak disukai oleh hati sudah terjadi, maka hal itu akan memunculkan kesedihan, sementara jika sesuatu yang tidak disukai itu belum terjadi, maka hal itu akan menimbulkan ketakutan.

Kelemahan (al-‘ajz) dan kemalasan (al-kasal) juga saling berdekatan. Jika suatu beban atau tanggung jawab tidak dapat ditunaikan dengan baik oleh seorang disebabkan ketidakmampuannya, maka itulah yang dimaksud dengan kelemahan, sementara jika sesuatu itu tidak dapat ditunaikan disebabkan karena tidak adanya keinginan dari yang bersangkutan, maka itulah yang dimaksud kemalasan.

Kepengecutan (al-jubn) dan kekikiran (al-bukhl) juga saling berdekatan. Ketika setiap orang harus dapat mendatangkan manfaat baik dengan harta ataupun dengan ragannya, maka seorang pengecut tidak dapat mendatangkan manfaat dengan ragannya, sementara seorang pengecut tidak dapat mendatangkan manfaat dengan hartanya.

Keterlilitan dari hutang (dhala’ ad-dain) dan pemaksaan yang dilakukan orang lain (ghalabah ar-rijal) juga saling berdekatan. Karena pemaksaan yang dilakukan manusia terhadap manusia lain dapat terjadi melalui dua jalan: jalan yang benar dan jalan yang salah. Pemaksaan lewat jalan yang benar adalah ketika seseorang dipaksa melunasi hutangnya, sementara pemaksaan lewat jalan yang salah adalah ketika seseorang ditindas oleh orang lain.

“Semoga kita semua terhindar dari 8 penyakit itu,” Kata beliau sambil memandu doa bersama sebelum menutup arahannya.

Ketua Terpilih : Ust. Kamaruddin

23 orang yang dilantik tersebut mayoritas adalah pengurus lama yang dikukuhkan kembali. Adapun nama-nama pengurus itu adalah :

Ust. Sirajuddin menjabat sebagai Wakil Pimpinan

Ust. Kamaruddin menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus

Ust. Syuaib Jawas menjabat Sekretaris

Ust. Busyra Baharuddin menjabat sebagai Bendahara

Ust. Abd. Rasyid menjabat sebagai Penanggung Jawab Pembangunan

Ust. Muntaha. K menjabat sebagai Kepala Madrasah I’dadiyah

Ust. Rusman Syam menjabat sebagai Kepala Madrasah Salafiyah Ula

Ust. Syukur. M menjabat sebagai Kepala Madrasah Salafiyah Wustho

Ust. Yanto Wijaya menjabat sebagai Kepala Madrasah PDF Wustho

Ust. Firdaus Halim menjabat sebagai Kepala Madrasah PDF Ulya

Ust. Zakariyah Burhan menjabat sebagai Kepala Madrasah Ihya ‘ulumuddin

Ust. Subhan menjabat sebagai Kepala Bagian Humas & Kelembagaan)

Ust. Yasin menjabat sebagai Direktur Koperasi

Ust. Arifuddin Jawas menjabat sebagai Kepala Bagian Taklimiyah

Ust. Firdaus menjabat sebagai Kepala Bagian Ubudiyah

Ust. Marfu’ Latif menjabat sebagai Kepala Bagian Kabag Tibkam

Ust. Saharuddin menjabat sebagai Kepala Bagian Asrama

Ust. Muslim menjabat sebagai Kepala Bagian Kesehatan

Ust. Syamsul sebagai Kepala Bagian Perlengkapan

Ust. Misbah menjabat sebagai Kepala Bagian Kebersihan

Ust. Ahmad menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha

Ust. Mahdian menjabat sebagai Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah

Ust. Marfuda Latif menjabat sebagai Penanggungjawab Kampus Putri

 

Tim Redaksi




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

Write a comment

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment