AJI LELA; SANTRI SEJATI YANG TAK PERNAH MONDOK
Oleh : Tim Redaksi

By Admin PPSP 23 Des 2019, 11:57:42 WITA | Dibaca 3195 Kali Liputan
AJI LELA; SANTRI SEJATI YANG TAK PERNAH MONDOK

Salafiyah Parappe telah kehilangan seseorang yang memiliki jasa besar dalam memperkenalkan pesantren di Kepulauan Selayar, Kota Makassar, Maros dan sekitarnya ; Hj. Nurlaila Abd. Rahman Dg. Marala yang disapa Aji Lela meninggal dunia, Ahad (23/12/2019) siang sekitar pukul 13.25 di Maros Sulawesi Selatan dan akan dikebumikan hari ini Senin (24/12/2019) di Maros. Beliau adalah adalah Ibunda dari H. Muhammad Bilal seorang alumni yang hari ini mengabdi sebagai Imam di Masjid Quba Sorong Papua Barat.

Sejak tahun 1996, setahun sebelum Salafiyah berdiri secara formal pada tahun 1997, Aji Lela bersama suaminya H. Ahmad yang disapa Aji Mamma sudah terbiasa bolak-balik Makassar-Campalagian demi menjenguk seluruh putra dan putrinya yakni H. Muhammad Bilal, Abd. Jalal, Hj. Fitriani dan Mahmud yang mondok mengaji di Salafiyah Parappe. Disitulah kedekatan awal Aji Lela dengan keluarga Besar Salafiyah Parappe.

Setahun kemudian tepatnya Tahun 1997, ekspansi Salafiyah Parappe meluas ke Kepulauan Selayar. Interaksi ini terjadi karena Aji Lela merupakan sekretaris pribadi dari usaha orang tuanya sebagai juragan yang menangani hasil bumi dari pelaut-pelaut dari kepulauan Selayar yang selalu melabuhkan kapalnya di Pelabuhan Poutere Makassar yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari rumahnya.    

Hawaya Jawas dan Salmawati Muhajar adalah dua nama santriwati pertama yang berasal dari Kepulauan Selayar tepatnya Pulau Rajuni Kecamatan Taka Bonerate. Buah dari kedatangan dua santriwati itu kemudian menjadi pintu bagi Pengurus Salafiyah Parappe kala itu yang dipelopori oleh Ust. Muntaha dan istrinya Ustdazah Marzuqa Latif Busyra untuk berdakwah dan sosialisasi pesantren di Kepulauan yang membuat berbondong-bondongnya putra-putri Kepulauan Selayar termasuk Pulau Rajuni Besar, Latondu, Tarupa dan lain-lain mondok di Campalagian sampai hari ini.

Aji Lela memang tak pernah mondok di Pesantren, tapi ia adalah santri sejati yang berjuang dan berkhidmah membuka jalan bagi banyak orang menjadi santri yang hari ini telah mengabdi di Masyarakat luas. Santri -santri yang kami maksud itu bisa jadi termasuk anda yang membaca tulisan ini.

Selamat jalan Aji Lela. Terimakasih atas jasamu. Semoga Allah Swt menerima amal kebajikanmu, mengampuni segala dosamu. Kembalilah pada-Nya birhodiyatin Mardiyyah…




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

Write a comment

Ada 10 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment